Halooo! Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungannya ke situs blog yang saya kelola ini. Perkenalkan nama saya Moch Reihan Farizki, NIM 10323044, teman-teman bisa memanggil saya Reihan. Saya lahir di Kediri, 15 Juni 2004. Saat ini saya tinggal di Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Saya merupakan seorang mahasiswa baru di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (www.iik.ac.id) dari prodi S1 Kesehatan Masyarakat. Alasan saya memilih Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri karena menurut saya Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri merupakan salah satu kampus kesehatan terbaik di Jawa Timur,yang memiliki program studi yang berakreditasi sangat baik dan memiliki fasilitas yang sangat memadai
Pada kali ini saya ingin memperkenalkan blog saya yang diberi nama HIT ini. Singkatnya, HIT merupakan situs blog yang membahas topik mengenai Penggunaan internet dalam dunia kesehatan beserta manfaatnya, apa perbedaan internet dengan intranet, dan bagaimana internet mendukung adanya satu data kesehatan. Demikian perkenalan singkat mengenai saya dan juga blog yang saya beri nama HIT ini, semoga bermanfaat untuk teman-teman.
Penggunaan dan Manfaat Internet Dalam Dunia Kesehatan

Dikutip dari www.kominfo.go.id, saat ini sektor kesehatan mulai memasuki era disrupsi. Pasien kini dapat berkonsultasi dengan dokter melalui berbagai aplikasi seluler. Layanan perawatan di rumah, pemeriksaan laboratorium maupun pemesanan obat, juga dapat dilakukan melalui aplikasi seluler, terpadu dengan jasa transportasi daring. Teknologi digital yang semakin maju sudah dimanfaatkan oleh fasilitas kesehatan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta peningkatan mutu pelayanan.
Berikut adalah dampak positif perkembangan teknologi di bidang kesehatan antara lain, memudahkan masyarakat dalam mengetahui berbagai macam informasi tentang penyakit hingga terapi beserta obat dan pencegahnya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarkat, memudahkan akses layanan kesehatan, mempersingkat waktu tunggu pasien, membantu diagnosa dokter dan masih banyak lagi.
Perbedaan Internet Dengan Intranet
Apa sih sebenarnya perbedaan intranet dan internet?
perbedaan intranet dan internet utamanya terletak pada cakupan aksesnya. Internet bisa menggunakan sistem jaringan wireless (nirkabel), optic dan lain sebagainya. sedangkan sistem intranet Anda hanya bisa menggunakan sistem LAN atau WAN. Adapun beberapa perbedaan-perbedaan antara internet dan intranet.
- Internet menghubungkan berbagai jaringan komputer dari seluruh dunia, sedangkan intranet hanya menghubungkan beberapa komputer yang berada dalam suatu jaringan komputer tertentu contohnya komputer-komputer yang berada dalam jaringan komputer perusahaan.
- Intranet merupakan bagian dari internet, tapi tidak sebaliknya.
- Siapapun bisa mengakses internet, sedangkan intranet hanya bisa diakses oleh anggota organisasi atau karyawan perusahaan saja. Biasanya untuk bisa masuk ke intranet, user harus login terlebih dahulu.
- Keamanan internet sangat rapuh dikarenakan aksesibilitasnya yang luas. Data dan informasi penting yang ditransfer atau dikirimkan melalui internet bisa saja bocor ke pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Keamanan jaringan intranet lebih kuat karena aksesibilitasnya yang terbatas.
Jika pihak luar bisa mendapatkan data informasi yang ada di dalam server intranet, itu berarti ada sumber orang dalam yang membocorkannya jadi perusahaan lebih mudah mengidentifikasi sumber kebocorannya.
- Jumlah user yang bisa mengakses internet tidak terbatas, sedangkan jumlah user intranet dibatasi dalam satu perusahaan atau satu organisasi saja.
- Konten-konten yang ada di internet terdiri dari berbagai jenis dan berasal dari berbagai sumber. Konten-konten tersedia bagi siapa saja yang ingin mengaksesnya. Sedangkan konten-konten yang ada di jaringan intranet merupakan konten yang sudah spesifik dan hanya berguna bagi kepentingan organisasi atau perusahan. Konten intranet hanya tersedia bagi staf organisasi dan tidak ditujukan untuk publik.
- Internet tidak dimiliki oleh golongan atau organisasi tertentu. Sedangkan jaringan intranet merupakan kepunyaan suatu organisasi atau perusahaan tertentu. Makanya jaringan internet disebut sebagai jaringan publik dan jaringan intranet disebut sebagai jaringan private.
Bisa anda pahami bahwa kedua sistem jaringan ini dibutuhkan dalam konteks berbeda.
Untuk akses informasi yang bersifat luas dan kompleks internet jelas dibutuhkan. Tetapi untuk kepentingan efektivitas informasi dan kerahasiaan, intranet juga menjadi sebuah keharusan.
Cara Internet Mendukunng Adanya Satu Data Kesehatan
Pemerintah berkomitmen mengakselerasi akses internet di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di seluruh wilayah Indonesia, yakni di puskesmas dan rumah sakit untuk mendukung penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional (PEN). Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, upaya itu merupakan prioritas yang perlu dilakukan untuk percepatan penanganan pandemi Covid-19. Hal tersebut dilakukan dengan mendukung perluasan dan peningkatan kualitas infrastruktur telekomunikasi. Ada tiga agenda yang diutamakan, yaitu optimalisasi telekomunikasi antar dan intra fasyankes, peningkatan kualitas arus data fasyankes, serta pemanfaatan aplikasi kesehatan berbasis digital, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Mengutip data Kementerian Kesehatan, hingga 31 Desember 2019, terdapat 2.877 rumah sakit dan 10.134 puskesmas di Indonesia. Dari total 13.011 fasyankes tersebut, Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo mengidentifikasi ada 3.126 fasyankes yang membutuhkan optimalisasi layanan internet. Dari jumlah 3.126 fasyankes, tahun 2019, Bakti telah menyediakan akses internet di 226 titik fanyankes. Pada 2020, melalui kerja sama dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Bakti akan mempercepat layanan internet di 2.192 fasyankes. Ketersediaan akses internet di fasyankes tersebut diharapkan dapat mendukung program-program kesehatan masyarakat untuk jangka panjang, baik untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mencegah stunting, mendukung program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga, dan peningkatan layanan kesehatan melalui telemedicine.
Beberapa inisiatif yang masuk dalam Roadmap Indonesia Digital, khususnya sektor kesehatan, hingga tahun 2024, antara lain perluasan jangkauan infrastruktur digital dalam mendukung layanan kesehatan melalui telehealth/telemedicine. Penerapan registrasi kesehatan digital nasional, termasuk manajemen data dan health record. Pengembangan hubungan dan ekosistem teknologi medis. Penerapan analytics untuk manajemen penyakit, antara lain untuk meningkatkan akurasi diagnosa. Kemudian, perluasan pelacakan kontak dan implementasi digitalisasi untuk mendorong hidup yang lebih sehat. Selain penyediaan akses internet, Menkominfo mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan literasi digital dan penyiapan talenta digital untuk mendukung pemanfaatan teknologi di bidang kesehatan.
Di bawah ini adalah beberapa perkembangan terkini dalam teknologi kesehatan.
Telemedicine
Telemedicine adalah teknologi kesehatan yang memungkinkan pelayanan kesehatan dari jarak jauh. Teknologi ini memudahkan pasien untuk berkomunikasi dengan dokter melalui video konferensi maupun platform online untuk mendapatkan diagnosis, konsultasi, dan pengobatan tanpa harus datang ke klinik atau rumah sakit.
Aplikasi Kesehatan
Banyak aplikasi kesehatan yang sangat membantu pasien dalam beragam hal. Misalnya, memantau kondisi kesehatan, mengatur jadwal pemberian obat, menghitung kalori, mendapatkan saran nutrisi, atau bahkan menghubungkan pasien dengan tenaga medis dalam kondisi darurat. Aplikasi kesehatan juga membantu peningkatan kesadaran kesehatan dan memfasilitasi pemantauan secara mandiri.
Sensor Medis
Semakin hari teknologi memungkinkan kehadiran sensor medis yang semakin canggih. Sensor ini dapat digunakan untuk memantau berbagai parameter kesehatan. Sebagai contoh, sensor wearable yang dapat ditempatkan pada tubuh pasien yang mampu memantau detak jantung, tekanan darah, tingkat glukosa, dan lainnya. Sensor ini bisa menyajikan data-data tersebut secara real-time bagi pasien maupun tenaga medis.
-------
Komentar
Posting Komentar